Tips Berburu Beasiswa Luar Negeri Dari Ahmad Fuadi

Setelah menerbitkan novel terakhirnya dalam berbahasa Inggris akhirnya Ahmad Fuadi menerbitkan buku terbarunya yang berjudul Beasiswa 5 Benua. Berbeda dari novel sebelumnya, kali ini A.Fuadi muncul dengan buku berkategorikan non-fiksi yang bercerita tentang  cara mendapatkan beasiswa luar negeri.

 

Buku Beasiswa 5 Benua terbit pada September 2014 lalu. Fuadi menyusung jargon 100 Kiat Berburu Beasiswa Luar Negeri pada bukunya ini. Seperti yang kita ketahui, A.Fuadi menamatkan pendidikannya dengan menerima 10 Scholarship, Fellowship,Exchange & Recidency dari program mancanegara. Nah, k ali ini tim Lendabook ingin membagikan rahasia berburu beasiswa dari penulis yang go international ini.

1. Jumlah Beasiswa = Buah Mangga di Musim Mangga

via Beasiswa 5 Benua
via Beasiswa 5 Benua

Tahap awal yang perlu kita sadari untuk memburu beasiswa adalah fakta bahwa jumlah beasiswa itu ibarat “buah mangga di musim mangga”. Jumlahnya sangat banyak. Jika kita menginginkannya, tidak cukup dengan hanya berkata “Wah, buah mangganya kelihatan enak.” Silahkan ambil tangga kamu, panjat pohon manga tersebut dan petik buahnya. Barulah kamu dapat merasakan manisnya buah mangga tersebut. Begitu juga dengan beasiswa. Beasiswa itu banyak bertebaran dimana-mana. Hal yang perlu kita lakukan adalah membulatkan tekad dan mulai mengubah mindset bahwa beasiswa bukan hanya untuk mereka yang pintar saja. Beasiswa juga bisa untuk kamu yang bersunggguh-sungguh mencarinya. So, jangan ditunggu lagi! Mulailah untuk mencari-cari informasi tentang beasiswa yang cocok untuk kamu.

 

2. Perbaiki motivasi dan temukan role mode

via quote.lifehack.org
via quote.lifehack.org

Kita perlu mengetahui mengapa ada negara atau organisasi memberikan beasiswa. Setiap pemberian tentu ada maksud di dalamnya. Biasanya beasiswa dijadikan sebagai alat diplomasi antar dua negara untuk mempererat hubungan, pengaruh dan saling pengertian. Bahkan ada beberapa negara yang menyediakan jatah khusus untuk mahasiswa luar negeri karena hal tersebut akan meningkatkan akreditasi kampus mereka. Selain itu, penerima beasiswa setelah menyelesaikan study-nya di luar negeri diwajibkan untuk kembali ke negeri asal dan membantu pemerintah untuk membangun tanah air. Jadi, kalau kamu tidak ingin kembali ke negeri asal tidak perlu repot-repot untuk mencari beasiswa. Oh ya, jangan lupa temukan role mode yang tepat untuk menjadi tempat kamu bertanya dan memperkuat motivasi kamu.

 

3. Seleksi administratif adalah kunci pertama menuju gerbang beasiswa

via ahmadarib.com
via ahmadarib.com

Walaupun kamu akan mengambil beasiswa tahun depan, kamu perlu mempersiapkan amunisi kamu sedini mungkin. Kamu bisa mencari informasi tentang persyaratan beasiswa yang ingin kamu apply seperti persyaratan administratif. Persyaratan administratif merupakan kunci pertama untuk menujugerbang  beasiswa karena beasiswa adalah impian semua orang di seluruh dunia sehingga pihak pemberi beasiswa akan memulai seleksi dengan seleksi administratif. Percuma saja jika esai kamu bagus jika berkas kamu telah dibuang ke tong sampah duluan karena kamu hanya lupa memasukkan salah satu syarat administratif seperti pas foto.

 

4. IPK bukanlah segalanya namun segalanya dapat dibantu oleh IPK

via news.okezone.com
via news.okezone.com

Beasiswa memang bukan mencari orang yang pintar tetapi orang yang gigih dan mempunyai tekad yang kuat. Tidak semua beasiswa menyaratkan IPK, tetapi kebanyakan beasiswa memang menginginkan IPK para pelamarnya sebesar 75% dari skala IPK. Misalnya skala IPK 4, kebanyakan pemberi beasiswa memberi syarat IPK diatas 3. Oleh karena itu kamu tidak boleh meremehkan hal yang satu ini. Jika kamu ingin berburu beasiswa S-2, berjuanglah di pendidikan S-1 untuk mendapatkan IPK besar sama dengan 75%. Ingat, seleksi  administratif adalah kunci pertama kamu untuk mendapatkan beasiswa.

 

5. Persiapkan mental dan uang cadangan

via tempo.co
via tempo.co

Tinggal di luar negeri tidak semenyenangkan tinggal di tanah air. Tidak jarang uang beasiswa datang terlambat atau bahkan tidak cukup memenuhi kehidupan kamu disana. Jadi kamu perlu mempersiapkan mental untuk mencari kerja, baik di dalam lingkungan kampus maupun di luar lingkungan kampus, demi keberlangsungan hidup kamu. Belajar hidup mandiri sebelum berangkat ke negeri merupakan salah satu amunisi yang perlu kamu siapkan dari jauh-jauh hari.

 

Bagaimana? Apakah kamu sudah siap untuk berburu beasiswa bersama Uda A. Fuadi? Kamu masih bisa mendapatkan 95 tips untuk berburu beasiswa ini dengan membeli buku Uda A. Fuadi ini di toko buku terdekat atau dengan meminjam bukunya dengan teman-teman se-Nusantara di situs Lendabook (Lendabook.co). Selamat berburu!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: