Review Buku: Divortiare, Twivortiare, Twivortiare 2 by Ika Natasa

Alexandra, 27 tahun, workaholic banker penikmat hidup yang seharusnya punya masa depan cerah. Harusnya. Sampai ia bercerai dan merasa dirinya damaged good. Percaya bahwa kita hanya bisa disakiti oleh orang yang kita cintai, jadi membenci selalu jadi pilihan yang benar. Little did she know that fate has a way of changing just when she doesn’t want it to. –  Divortiare

On January 23rd 2011,  Alexandra – the woman you’ve all known from the book Divortiare – discovered the fun of Twitter through her account @alexandrarheaw. These are the collections of her tweets on her everyday life and not-so private thoughts that will finally answer the question : ‘can you love and hate someone so much at the same time?” – Twivortiare

 

On March 6th 2012, Alexandra kembali hadir melalui akun Twitter pribadinya. Alexandra kembali mengajak kita mengintip kehidupan sehari-harinya, pemikirannya yang witty dan selalu apa adanya. “You know you’re in love with the right person when falling in love with him turns into the best version of yourself”- Twivortiare 2

http://www.gramediapustakautama.com/
http://www.gramediapustakautama.com/

Divortiare, bercerita tentang kehidupan Alexandra Rhea pasca bercerai dari suaminya, Beno Wicaksono. Alex yang seorang bankir, menikah dengan Beno yang berprofesi sebagai seorang dokter bedah. Perbedaan usia yang terlampau jauh (Alex 25 tahun, Beno 33 tahun) tidak menyurutkan keinginan mereka untuk menikah. Indahnya menjadi sepasang suami istri mereka rasakan di tahun pertama pernikahan mereka. Memasuki tahun kedua, everything was changed. Masa-masa awal pernikahan yang tadinya indah, menjadi seperti mimpi buruk bagi Alex dan Beno. Ketika itu keduanya sama-sama sedang menjajaki karir masing-masing. Alex sebagai relationship manager di salah satu bank ternama, yang sering travelling untuk urusan pekerjaan dan lembur serta meeting yang terkadang membuatnya pulang malam. Sementara sang suami, Beno Wicaksono, the busiest surgeon doctor yang seringkali pulang larut malam karena mengurus pasien-pasiennya di rumah sakit atau terpaksa bekerja di hari libur karena ada emergency call. Kondisi tersebut lambat laun menjadikan komunikasi di antara mereka berdua semakin berkurang. Sampai akhirnya they’re both lost.

 

Terlahir sebagai anak tunggal, Alex dan Beno sama-sama memiliki ego yang tinggi dan cenderung keras kepala. Di saat kondisi rumah tangga mereka yang sudah berada di ujung tanduk tersebut, keduanya tetap bertahan pada ego masing-masing, yelled each other,dan saling menyalahkan satu sama lain. Alex menyalahkan Beno karena sebagai suami tidak memiliki waktu untuk dirinya, dan Beno menyalahkan Alex karena tidak bisa mengerti profesinya sebagai seorang dokter. Sampai akhirnya, perceraian menjadi jawaban atas semua permasalahan rumah tangga mereka.

Di buku ini, Ika Natassa mencoba menuturkan bagaimana kondisi Alex, 2 tahun pasca perceraiannya tersebut. Alex yang sudah ‘terlepas’ dari ikatan pernikahan dengan Beno, ternyata tidak bisa benar-benar melepaskan Beno dari pikirannya. Alex juga masih sangat tergantung dengan Beno untuk urusan kesehatannya. Dan.. sebuah tattoo di dada kirinya, yang ia buat ketika bulan madu mereka di Bali selalu mengingatkan Alex tentang masa-masa pernikahannya. Sebuah tattoo bertuliskan nama mantan suaminya, Beno.

Dalam proses ‘move on‘ tersebut, Alex dipertemukan kembali dengan teman lama semasa kuliah, Denny. Pertemuan yang diatur oleh Wina, sahabat dekatnya. Denny pelan-pelan mulai mendekati Alex dan membuat Alex kembali percaya cinta. Sampai akhirnya mereka jadian, dan memutuskan untuk menikah. Denny yang ditawarkan mutasi ke New York oleh kantornya, ‘memaksa’ Alex agar segera meresmikan pernikahan mereka dan ikut pindah ke New York. Namun, pernikahan tersebut tidak benar-benar terjadi. Karena, di satu malam, Alex akhirnya tersadarkan pada satu fakta, bahwa ia tidak pernah berhenti mencintai Beno, mantan suaminya.

 

Twivortiare, buku ini menceritakan kelanjutan cerita Alex dan Beno yang ditulis dengan format Twitter, which is I think this idea is brilliant!

Alex yang diceritakan telah rujuk kembali dengan Beno, nge-tweet kayak orang lain pada umumnya. Soal pekerjaan, the story about her second marriage, and the other story, ia tuang di akun twitternya, @alexandrarheaw. Kepada Wina, sahabatnya, Alex banyak curhat tentang masa-masa pernikahan keduanya dengan Beno yang masih dibumbui dengan pertengkaran antar keduanya.

 

Banyak hal yang terungkap di buku kelima Ika Natassa ini. Tentang bagaimana Alex dan Beno start dating again, sampai akhirnya memutuskan untuk menikah kembali. Tentang masa-masa dating mereka baik sebelum pernikahan pertama maupun pernikahan kedua. Tentang Beno yang lempeng dan posesif tapi kadang juga bisa romantis dan sweet (kalian harus baca surat cintanya Beno untuk Alexandra). Dan pastinya pernikahan yang kedua ini harus dipertahankan.

 

Selanjutnya Twivortiare 2. Buku ini cukup membuat gemparnya media sosial. Twivortiare 2 hadir untuk melanjutkan kisah hidup rumah tangga Alex dan Beno, tentang manis dan pahitnya hidup, tentang pilihan, tentang kesalahan masa lalu dan tentang makna sesungguhnya dari kesempatan kedua. Dalam buku keenam ini Ika menggambarkan kehidupan Alex dan Beno yang penuh perjuangan untuk menghadirkan orang ketiga dalam kehidupan mereka, yaitu buah hati. Setelah lama menikah, mereka belum juga dikaruniai seorang anak. Di Twivortiare 2 ini begitu banyak yang mereka korbankan termasuk pekerjaan dan ego masing-masing demi hadirnya si buah hati. Sedikit bocoran buat sahabat lendabook, di buku ini akhirnya orang ketiga itu hadir loh melengkapi kisah hidup Alex dan Beno. Buat para pecinta karyanya Ika Natasa gak akan merasa dikecewakan seteah baca Twivortiare 2 ini. Karena buku ini benar-benar menjawab semua rasa penasaran akan kelanjutan kisah hidup Alex dan Beno yang akhirnya utuh dengan hadirnya baby Arga. So, ayo buruan masukin ke list bacaan sahabat lendabook.

Sebagian dilansir dari : http://liandamarta.com/2012/02/28/review-divortiare-twivortiare-novel-by-ika-natassa/

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *