Komunitas Lendabook Malang : Meningkatkan Gairah Membaca Untuk Indonesia

Kesan pertama buku yang membosankan, individu, mengerutkan dahi, eksklusif, dan tak menarik. Telah mencair, menjadi lebih asyik, menyenangkan, dan ketagihan.

Komunitas Lendabook Malang lahir, (7/11) bertempat di gazebo pinggir kolam UMM. Komunitas ini bergerak dibidang buku, dengan kemasan menikmati dengan alam serta orang-orang yang membutuhkan.

Sasaran anggota bebas dari kalangan mana saja, bisa anak SMP-kuliah hingga orang yang sudah bekerja. Sangat menyenangkan bukan. Bertemu dengan orang-orang baru: bertatap muka, mengenal lebih dekat, bincang-bincang buku, hingga canda tawa. Kemasan lingkungan yang indah, sejuk, damai, dan tenang dengan gemericik air menjadikan kami seperti terhipnotis. Kami menikmati setiap buku yang dihidangkan kepada kami. Kami semakin larut dalam perbincangan ini, buku, diskusi, teman, dan lingkungan. Satu paket yang pas untuk obat bagi kami, yang merasa tidak nafsu menyantap buku. Padahal kami semua tahu, ‘buku jendela dunia.’ Tapi inilah manusia, masih suka mendahulukan malasnya.

Suasanya bincang-bincang buku

Namun, sejak kami dari bermacam kalangan kumpul. Nafsu untuk makan buku, menjadi tinggi. Niatan utamanya bukan lagi sekadar branding serta bukti eksistensi diri, melainkan lebih dari itu. Kami ingin menjadi bagian dari mereka yang ‘turun tangan’ membuat perubahan. Bentuknya berupa mencerdaskan anak bangsa, dengan menyebarkan virus membaca, nongkrong buku, 1 day 1 review book, tabungan buku, hingga surat buku untukmu (sahabat). Nongkrong buku dilaksanakan minggu 1 dan 3, sedangkan 1 day 1 review book pada minggu ke-2 dan ke-4 setiap bulannya.

Program tabungan buku diwajibkan untuk setiap anggota minimal 1 buku/bulan hasil dari resensi. Progam ini nantinya, disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, misalnya anak yatim piatu. Sedangkan surat buku untukmu, bentuknya kami memberikan buku hasil dari tabungan, kemudian dibuku tersebut diberi pesan positif atas nama masing-masing anggota. Melalui ini, kami menyakini akan tersimpan di otak bawah sadar mereka, yang akan memotivasi untuk meraih masa depan gemilang. Kecil dan tidak banyak kegiatan yang direncanakan, serta tidak akan terlihat dalam waktu dekat. Karena memang, ini rangkaian program jangka panjang. Setidaknya sesuatu yang kecil yang dilakukan dengan branding konsisten akan berdampak besar bagi sekitar. Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Itulah peribahasa yang kami yakini.

Pertemuan perdana ini, dihadiri oleh 6 orang: Danang, Firiz, Rangga, Lutfi, Rohman, dan saya sendiri. Mereka memberikan tanggapan mengenai pertemuan pertama ini :

Rangga: “Harapan saya, banyak lagi mahasiswa/generasi muda yang terjangkit virus membaca, kemudian gabung bersama komunitas ini.”

Lutfi: “Saya pernah aktif di komunitas menulis, di sana saya bisa berkarya. Melihat potensi dan gambaran mengenai komunitas ini. Nantinya saya berharap, akan banyak menghasilkan karya tulis serta gemar membaca.”

Firiz: “Karena saat ini yang cewek yang hadir masih satu, harapan kedepannya, semakin banyak cewek yang bergabung.”

Saya: “Siap mbak. Sebenarnya ada yang sebelumnya bisa hadir, namun karena ada kesibukkan mendadak menyebabkan mereka berhalangan hadir.”

Rohman: “Kedepannya, komunitas ini harus lebih kreatif dalam mengemas kegiatan-branding. Kemudian manfaatnya bisa dirasakan di dunia nyata serta maya.”

Semuanya bilang, “Acara serta komunitas ini bagus.” Semoga kedepan kami bisa komitmen, atas apa yang sudah disepakati bersama. Hingga saat ini, Lendabook Malang telah menjalin kerja sama dengan komunitas Gerakan Sadar Kebaikan Buku. Dimana komunitas ini, rutin menyebarkan kebaikan buku tiap bulan ke panti asuhan yang berbeda-beda. Kedepan, kami berharap bisa saling sinergi dengan komunitas sejenis, yang memiliki visi misi yang sama yaitu mencerdaskan anak bangsa.

Jadi bagi kamu para pecinta buku Malang Raya dan suka berbagi, mari bergabung bersama kami. Cara bergabungnya mudah, bisa masuk di website lendabook (www.lendabook.co) atau mention melalui akun twitter (@Lendabook). Buruan! Mari menjadi bagian dari mereka yang ‘turun tangan untuk perubahan negeri’ yang lebih baik.

Artikel ini ditulis oleh Sandi Iswahyudi, Sahabat Lendabook dari UMM, Ambassador Lendabook Malang dan pegiat Booklicious Malang.

Bisa dihubungi via twitter @SandiIswahyudi atau blog http://iswahyudi779.wordpress.com.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *