Hidup Itu Seperti Seikat Bayam: 8 Filosofi Menarik Dari Buku Hidup Itu Belajar

Redaksi Lendabook merangkum 8 filosofi hidup yang menarik untuk direnungkan dari buku Hidup itu Belajar, Belajar itu Hidup. Yuk disimak!

  1. Hidup itu seperti isi kulkas

http://nyata.co.id/
http://nyata.co.id/

Semua hal yang kita simpan. Kadang kita lupa menyortir atau bahkan membersihkannya terlebih dahulu. Ternyata setelah dilihat dan diteliti lebih lanjut ada banyak hal yang seharusnya kita buang. Dengan membuang yang tidak perlu, kita jadi punya ruang untuk sirkulasi udara. Dengan mengatur penyimpanan secara baik, kit akan lebih mudah mengambilnya ketika memerlukannya.

Dalam kehidupan, semestinya kita sering-sering membersihkan dan menata ulang hati dan pikiran kita agar kembali segar. Simpanlah yang layak disimpan, buanglah yang semestinya dibuang, biar senantiasa ada ruang yang menyegarkan.

  1. Hidup itu seperti Blackberry

http://cdn-media.viva.co.id/
http://cdn-media.viva.co.id/

Dianggap begitu penting sehingga tak mau dipisahkan barang sekejap. Sebegitu dominan sehingga yang lain lupa diacuhkan. Padahal, sebagaimana hidup, gadget perlu di-maintain, dipelihara.

Dalam kehidupan kita juga acapkali lupa bahwa gadget adalah media atau perantara. Yang penting tentu yang dimediasi, bukan medianya. Semoga dengan adanya media yang canggih sekarang ini, kita terkoneksi semakin baik, lebih sering saling sapa, lebih sering berkomunikasi. Untungnya kalau Blackberry bisa di-restartya. Lha kalau kitanya yang down?

  1. Hidup itu seperti jembatan Ampera

http://4.bp.blogspot.com/
http://4.bp.blogspot.com/

Usia memang tak bisa dihindarkan, sesuai dengan bertambahnya usia, tidak ada yang bisa dilakukan untuk menahan. Tapi kalau tidak dirawat dengan baik, hidup bisa cepat usang dan tak lagi dapat difungsikan sebagaimana seharusnya.

Usia emang rahasia Empunya Hidup, yakni Tuhan kita. Tapi hendaknya kita tidak cuek dengan segala kelebihan dan kesempatan hidup yang telah diberikan Tuhan. Dengan olaha raga, olah rasa, olah pikir dan olah batin, hidup akan lebih tahan dari segala tempaan.

  1. Hidup itu seperti goyang dangdut

http://1.bp.blogspot.com/
http://1.bp.blogspot.com/

Semua bergerak bebas, kadang cepat, kadang melambat. Boleh kekanan, boleh ke kiri, yang penting happy. Kalaupun tersenggol sana-sini, yaah, namnya juga goyang dangdut. Kata orang bijak segala sesuatu dalam hidup kita terjadi dua kali, yang pertama dalam angan-angan dan yang lainnya dalam alam nyata. Apapun goyangan kita, arus mana kita ikuti, gerak apa yang kita minati, semestinya kita ingat bahwa ada yang menggerakkan, yakni pkiran kita. Hendaknya pikiran dan gerakan senantiasa sejalan.

  1. Hidup itu seperti seikat bayam

http://3.bp.blogspot.com/
http://3.bp.blogspot.com/

Ditanam dari bibit yang berbeda, dengan penampilan yang berbeda, dan dipilih oleh orang-orang yang berbeda. Jadi, kalau ada yang suka bayam potong, ya biarlah. Dan kalau ada yang nggak suka bayam, ya sudahlah.

Begitu pula dengan hidup. Ada berbagai keinginandan kesukaan, yang tidak bisa dipaksakan oleh satu dan yang lain. Persis seikat bayam.

  1. Hidup itu seperti donut
http://adindayolanda.web.id/
http://adindayolanda.web.id/

Sangat disukai pada suatu saat, tapi dihindari habis-habisan pada saat lainnya, dengan berbagai alas an. Entah terlalu manis, entah terlalu kenyang, ataupun memang karena sedang berdiet.

Begitu juga dengan hidup dan kehidupan. Ketika kita masih muda, bisa saja semua dianggap penting. Namun sesuai perkembangan usia, kit asemakin bisa mempertimbangkan segala sesuatunya dengan lebih detail dan variatif.

  1. Hidup itu seperti main layang-layang

http://1.bp.blogspot.com/
http://1.bp.blogspot.com/

Pada saatnya harus ditarik dan diulur, supaya tetap bertahan di udara. Si pemegang kendali harus pandai-pandai menarik ulur dengan memperhitungkan waktu yang tepat. Sebagai penonton, kita bahkan berteriak-teriak menyemangati.

Ada berbagai trik yang harus dipelajari dalam menjalani hidup. Dan untuk menguasainya, tentu diperlukan usaha, belajar dan pengalaman. Kadang, orang-orang sekitar kita ikut bukan saja mempengaruhi tetapi bahkan ikut memberikan instruksi. Bagaimanapun, kendali ada ditangan kita.

  1. Hidup itu seperti martabak

http://1.bp.blogspot.com/
http://1.bp.blogspot.com/

Bagian terpenting adalah dasarnya yang luas dan kokoh tetapi tetap lentur. Dasar itu dibentuk dengan proses penggilasan, bantingan dan pemanasan. Isi dari martabaksendiri bisa divariasikan sesuai selera.

Begitu pula dengan hidup. Diperlukan dasar yang kuat dan kokoh agar dapat menerima variasi peristiwa kehidupan. Kekokohan itu kadang harus didapat melalui proses yang tidak nyaman, termasuk proses yang menyakitkan. Yang pasti, jika dasarnya sudah kokoh apa pun yang akan dihadapi, tidak akan menjadi masalah

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *