Tips Keren Buat Kamu Yang Mau Berburu Buku Bekas

Teman-teman, ada yang senang meminjam buku? Selain hemat, apalagi jika kamu adalah mahasiswa berkantong cekak, meminjam buku tidak menghilangkan kenikmatan membaca itu sendiri. Tetapi, bagaimana dengan buku-buku yang ingin kamu koleksi, atau buku-buku yang ingin kamu punyai sendiri? Buku bekas hadir membawakan solusi untuk kita semua! Tetapi, ada beberapa hal yang perlu kamu ingat saat membeli buku bekas. Apa saja?

Jika kamu akan pergi ke pameran buku bekas, ada beberapa hal yang layak kamu perhatikan.

Bawa uang seperlunya.

uang di dompet

Sumber: kumpulanfotogratis.com

Bagi teman-teman yang berkantong pas-pasan, bawa uang seperlunya. Kalau perlu, tinggalkan semua kartu ATM, debit, kredit, di rumah. Karena itu perkirakan dengan baik berapa uang yang dibutuhkan untuk buku-buku yang akan kamu beli. Jangan sampai kamu harus makan mie instan akhir bulan karena kiriman uang dari kampung kamu pakai untuk membeli buku, ya.

Untuk kamu yang budget-nya tidak terlalu ketat, pertimbangkan kemungkinan untuk membawa kartu debit. Cek dan cari tahu apakah mereka akan menerima kartu debit untuk proses jual-beli selama pemaren. Selain lebih ringkas, kartu debit juga relatif lebih aman daripada membawa uang terlalu banyak.

Datang di awal waktu.

Meeting-On-Time

Sumber: http://timemanagementninja.com/

Satu hal yang sangat menyebalkan saat ke pameran buku, adalah tentu saja, kalau tempatnya penuh sesak. Rasanya kurang bebas, bukan? Karena itu, datanglah di awal waktu, yaitu pagi hari. Jika pameran buku bekasnya berlangsung selama tiga hari, usahakan datang di hari pertama. Selain untuk menghindari kerumunan orang, kamu juga bisa punya lebih banyak pilihan. Berbeda dengan toko buku yang stok bukunya relatif banyak, pameran buku bekas kadang hanya punya satu stok buku untuk satu judul. Apalagi jika kamu sudah mengincar buku tertentu, datang di awal waktu itu wajib hukumnya!

Bawa to-read list-mu!

making-list-0808-lg-5041854

Sumber: http://www.esquire.com

Yang satu ini penting sekali, teman-teman. Siapa tahu kamu menemukan buku yang ingin kamu baca selama pameran. Tidak ada momen yang lebih menyebalkan selain ketika kamu pulang ke rumah, lalu menemukan list buku yang ingin kamu baca, dan menyadari, “Ya ampun, buku ini ‘kan tadi ada di pameran!”

Buka mata dan telinga lebar-lebar.

keep-your-eyes-and-ears-open

Sumber: http://spotonlists.com/

Pameran buku bekas itu tidak setiap hari, lho. Karena itu, kamu harus membuka mata dan telingamu lebar-lebar karena siapa tahu acara pameran ini kurang publikasi, atau tidak punya poster yang ditempel di jalanan. Rajin-rajinlah mengecek papan pengumuman di sekolah/ kampusmu. Bergabung dengan komunitas pencinta buku juga bisa membantumu menemukan pameran semacam ini.

Selain itu, cek juga tetangga di sekitar rumahmu, karena siapa tahu mereka akan mengadakan garage sale dalam waktu dekat ini. Jangan-jangan, kalian punya selera buku yang sama, dan kamu bisa mendapatkan banyak buku menarik dari tetanggamu. Selain itu, cara ini juga bisa membuatmu menemukan teman baru, atau merekatkan hubungan antar-tetangga.

Old books ≠ boring books.

sleepingstudenty_Large

Sumber: http://img.sparknotes.com/

Orang-orang sering bilang, “Don’t judge a book by its cover.” Hal ini memang benar adanya, kawan. Ingatlah bawa buku-buku lawas belum tentu membosankan. Baca beberapa halaman pertama, dan juga blurb atau sinopsis di belakang buku. Selain itu, ini eranya ponsel pintar, bukan? Google it! Lihat berapa ratingnya, dan cari tahu resensi tentang buku ini dari peresensi favoritmu.

Ke toko buku bekas? Perkenalkan dirimu pada pemiliknya.

cashier

Sumber: http://photobucket.com

Jika kamu ke toko buku bekas, jangan sungkan untuk memperkenalkan dirimu pada pemiliknya/ kasirnya. Bangun simbiosis mutualisme untuk kedua pihak. Kamu bisa minta tolong mereka untuk mencari buku bekas tertentu, dan mereka pun tentu merasa senang karena mempunyai tambahan pelanggan setia.

Jangan lupa, rawat bukumu.

DIY-with-Smock-Book-Covers-2

Sumber: https://smockpaper.com

Karena keadaan bukumu yang bekas, ingat bahwa kamu harus lebih memperhatikan bukumu. Jangan lupa disampul, dan taruh di tempat yang tidak berdebu atau lembab. Ingatlah bahwa karena bukumu ini bekas, bisa jadi bukumu ini mudah rusak.

Satu tips bonus, jangan lupa tulis tanggal pembelian bukumu, dan masukkan ke dalam daftar buku yang kamu punya.

Bagaimana, teman-teman? Semoga tips ini berguna untuk perburuan buku bekasmu berikutnya, ya. Selamat berburu dan membaca!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *