3 Buku Bertema Utopia yang Harus Kamu Baca

Utopia, adalah keadaan di mana semuanya terasa sempurna, dan tidak ada kekurangan suatu apapun. Apakah hal seperti itu benar-benar mungkin? Tiga buku ini mengangkat tema utopia, dan membuktikan bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini.

Brave New World

Brave New World
Sumber: http://media.npr.org/

Novel karya Aldous Huxley ini merupakan bacaan wajib di sekolah-sekolah di Amerika Serikat. Mengisahkan tentang negeri yang sudah diatur oleh pemerintah sedemikian rupa sehingga nasib seseorang bisa ditentukan sejak lahir. Tidak ada lagi pernikahan, karena jumlah penduduk benar-benar dikontrol ketat oleh pemerintah. Pemerintah juga menentukan kasta orang-orang. Bagi mereka yang berkasta ‘Alpha’ atau ‘Beta’, mereka termasuk golongan atas yang menjadi ahli dalam berbagai bidang. Sedangkan tiga kasta lainnya, Gamma, Delta, dan Epsilon, sengaja diberikan zat kimia saat mereka masih fetus, agar perkembangan otak dan tubuh mereka terhambat. Saat sudah dewasa, tiga kasta ini melakukan pekerjaan kasar.

Seseorang bernama John, yang lahir dan dibuang oleh orang tuanya, tinggal di sebuah pedalaman. John berbeda dari kebanyakan orang yang dilahirkan di laboratorium, selain itu karena dia terbuang, dia membaca banyak buku Shakespeare dan lebih mengerti tentang ‘perasaan’, yang orang-orang lain tidak kenal di dunia tersebut.

Ketika John dibawa ke dunia yang sama sekali berbeda, dunia yang terlihat teratur tapi sebenarnya mengekang kebebasan, John sangat kesulitan beradaptasi, dan berniat mengubah dunia utopis ini.

1984 (Nineteen Eighty-four)

1984
Sumber: toko-bukubekas.blogspot.com

Apakah kalian kenal dengan slogan, “The big brother is watching you?” Slogan ini diperkenalkan oleh George Orwell, di bukunya, 1984. Buku ini menceritakan bagaimana otoritas (dalam hal ini Big Brother), menjaga kestabilan negeri dengan memantau gerak-gerik tiap orang. Selain itu, segala sesuatunya serba dikontrol, mulai dari sejarah, hingga ruang-ruang paling pribadi dari masyarakat. Karena itu, segala sesuatunya difilter dan disensor, agar masyarakat luas hanya tahu tentang apa yang Big Brother kehendaki mereka untuk tahu. Jika seseorang melakukan thoughtcrime (kejahatan pikiran) yaitu memikirkan untuk melakukan hal yang-yang bertentangan dengan Big Brother, saat itu juga kematian akan menjemput mereka. Karena mata-mata Big Brother ada di mana-mana.

Winston Smith, adalah pembangkang dari sistem ini. Dia memulai membelot dengan menulis jurnal rahasia mengenai segala hal buruk tentang partai yang berkuasa. Bersama kekasihnya, Julia, mereka melakukan hal-hal baru bersama, menjadi pasangan yang menentang segala sesuatu yang dilakukan partai Ingsoc ini.

1984-1
Sumber: kottke.org

Karena kepopuleran buku ini, Penguin Books menerbitkan edisi khusus 1984 yang mana judul dan nama penulisnya disensor, untuk membawa pesan yang ingin disampaikan tokoh Winston dan Julia ke permukaan.

The Circle

The Circle
Sumber: www.digitaltrends.com

The Circle tergolong novel baru dibandingkan dua novel di atas. Dave Eggers, sang penulis, menceritakan tentang kehidupan Mae Holland yang baru saja mendapatkan pekerjaan baru di tempat paling hits sejagat raya, The Circle. Perusahaan internet yang menguasai berbagai data tentang orang-orang di dunia ini, mulai berekspansi, dan melakukan berbagai hal yang sebelumnya tak pernah terpikirkan.

Mae sendiri, awalnya tak begitu peduli. Akhirnya aku bekerja di The Circle, tempat di mana orang-orang ingin bekerja dengan gaji selangit, dan juga saling terknoneksi lewat internet, begitu pikirnya. Tetapi berbagai hal tentang The Circle, bagaimana tiap orang harus menggunakan produk The Circle di internet, mulai dari media sosial hingga hal lainnya, membuat Mae tidak bahagia. Meskipun begitu, dia tetap bekerja keras, dan akhirnya mendapatkan karir yang cemerlang di The Circle. Bahkan, dia rela menjadi bagian dari pilot program bernama SeeChange, di mana sebuah kamera dikalungkan di lehernya, dan siapapun yang mengakses profil personal Mae di dunia maya bisa melihat seluruh kegiatannya, kecuali saat dia di toilet dan tidur.

Tetapi, apakah karir yang cemerlang dan menjadi orang setransparan mungkin pada dunia dengan membiarkan dunia melihat seluruh kegiatannya adalah hal yang Mae benar-benar inginkan? Mungkin tidak.

Bagaimana pendapatmu? Buku-buku ini layak masuk dalam booklist-mu, bukan? Apalagi banyak sekali kritik sosial yang bisa dipetik dari ketiga buku ini: batas-batas yang dimiliki kaum otoritas, juga tentang internet dan apa sebenarnya arti dari kebebasan dan transparansi. Buku-buku ini cocok sekali untuk kamu yang sedang butuh sesuatu yang bisa menemanimu berkontemplasi. Selamat membaca!

Sumber featured image: utopiainfourmovements.com

1 Comment

  1. ini bukannya tema distopia ya? karena setahuku, di dalam buku ini bercerita bahwa kesempurnaan yang dibangun oleh mereka ternyata memakan korban “kebebasan”. Kalau utopia kan memang segalanya serba sempurna dan bahagia. Coba telusur tentang Brave New World dan 1984 yang dijadikan asal mula cerita distopia. Ada banyak kok informasi tentang 2 judul buku itu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *