Doyan Traveling? Yuk Simak 10 Tips Oke dari Claudia Kaunang

Suka jalan-jalan? Kali ini redaksi Lendabook akan membagikan 10 tips oke untuk melakukan traveling dari seorang Claudia Kaunang.

Siapa Claudia Kaunang? Sebenarnya yang suka traveling sekaligus baca buku pasti nggak asing dengan nama penulis perjalanan yang satu ini. CK—begitu wanita ini biasa disapa—sudah menulis banyak buku panduan perjalanan hemat, dan dia memiliki prinsip “Traveling is Possible”. Siapa saja bisa melakukan traveling, bahkan ke luar negeri, dengan cara hemat tetapi tetap nyaman. Nah, di buku terakhirnya: “101 Travel Tips & Stories”, CK merangkum berbagai tips dan cerita serunya saat melakukan perjalanan. Berikut redaksi pilihkan 10 tips yang menarik dan amat sangat berguna buat kalian para traveler

  1. Scan paspor dan visa, lalu kirim ke e-mail sendiri.

    paspor
    via iberita.com

    Jika bepergian ke luar negeri, pastilah kita memerlukan paspor, dan juga visa untuk negara-negara yang mensyaratkannya. Untuk menghindari dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kehilangan paspor, perlu banget scan paspor dan lembaran visa, lalu kirim atau simpan ke e-mail sendiri, jadi bisa diakses sewaktu-waktu.

  2. Riset sebelum berangkat.

    via coastmaps.com.au
    via coastmaps.com.au

    Itinerary… yay or nay? Ada pejalan yang suka menyusun rencana perjalanannya dulu jauh-jauh hari sebelum berangkat, ada yang lebih suka melakukan segala sesuatunya on the spot. Dua-duanya sebenarnya tidak masalah, tapi setidaknya kita harus punya gambaran tentang tempat yang hendak kita kunjungi di kepala, meski tidak terlalu rinci sampai hal-hal yang akan dilakukan. Riset tempat bisa lewat buku, internet, atau tanya teman yang pernah ke sana.

  3. Pack light

    via catestutoring.com
    via catestutoring.com

    Seni berkemas adalah seni memilah mana yang perlu dan tidak perlu dibawa untuk bepergian. Misalnya, jika perginya hanya seminggu ya nggak perlu sampai memindahkan seluruh isi kamar atau lemari ke dalam ransel atau koper, dong. Semakin efektif berkemas, semakin nyaman perjalanan kita. 🙂

  4. Jangan bawa baju atau sepatu baru karena kita tidak pernah tahu apakah akan nyaman dipakai berjalan-jalan.

    via travel sabbatical.blogspot.com
    via travel sabbatical.blogspot.com

    Yep, mungkin saking semangatnya dan pengin bergaya saat traveling, kita penginnya pakai fashion yang oke dan masih baru. Tapi tahu sendiri kan, barang baru pasti perlu penyesuaian saat dikenakan di badan. Terlebih untuk alas kaki, alih-alih bergaya malah kita bisa jadi sering pegal dan sakit kaki karena sepatu baru sudah diajak jalan-jalan jauh dan lama. 🙁

  5. Bawa money belt. Terutama kalau traveling ke Eropa.

    via midatlantic.aaa.com
    via midatlantic.aaa.com

    Benda ini berupa sabuk yang memiliki kantong tipis di tengah untuk menyimpan uang dan paspor, dan dikenakan di perut lalu tertutupi baju. Fungsinya tentu untuk menghindari kecopetan. Jangan salah, meski negara-negara di Eropa tergolong maju, tapi tingkat kejahatan copet di sana tinggi juga, lho!

  6. Siapkan “comfort food”.

    via 21food.com
    via 21food.com

    Kalau ke negara asing maunya pasti wisata kuliner, mencoba makanan-makanan khas negara sana. Tapi nggak ada salahnya juga membawa comfort food kita, karena belum tentu semua makanan di sana sesuai dengan lidah kita. Untuk orang Indonesia, comfort food biasanya mi instan, sambal/kecap sachet, abon, teri kacang, atau rendang.

    Fungsi lainnya juga untuk berhemat, selain itu untuk traveler Muslim akan sangat memudahkan mengisi perut jika tempat makan halalnya jauh.

  7. Tiga obat yg wajib dibawa: obat sakit kepala, obat diare, dan norit.

    via villagespreppers.org
    via villagespreppers.org

    Tentu nggak ada yang mau sakit di negeri orang. Maka jangan lupa bawa obat juga ya, terutama yang punya gangguan kesehatan tertentu. Untuk CK, masalah sakit kepala dan perut krusial juga dan sering terjadi saat di tempat baru, maka perlu dibawa obatnya.

  8. Kalau transit di bandara yg berbeda jam dengan tempat tinggal kita, jangan tunda mengubah jam sesuai waktu setempat. Lupa menyesuaikan waktu bisa mengakibatkan ketinggalan pesawat.

    via mjatv.com
    via mjatv.com

    Nah, mungkin saja ini hal “sepele”, tapi tetap penting banget. Kalau sampai ketinggalan pesawat gara-gara salah memperkirakan waktu, sayang banget! Rugi waktu dan tentunya uang untuk beli tiket baru. Jangan sampai, yaa!

  9. Pilih kursi di pinggir (aisle) pada perjalanan lebih dari 6 jam untuk menghindari penyumbatan pembuluh darah atau DVT (deep vein thrombosis) dan memudahkan akses ke toilet.

    via independent.ie
    via independent.ie

    Biasanya posisi favorit di kendaraan umum adalah dekat jendela karena bisa melihat pemandangan di luar. Apalagi yang suka fotoin awan kalau lagi di pesawat. Tapi ternyata saran dari CK, untuk penerbangan di atas 6 jam lebih baik duduk di pinggir dekat jalan, demi alasan kesehatan. 🙂

  10. Klik islamicfinder.org untuk lokasi masjid & jadwal shalat di seluruh dunia dan zabihah.com untuk lokasi restoran & tempat makan halal di seluruh dunia.

    via republika.co.id
    via republika.co.id

    Untuk pejalan Muslim, dua situs di atas sangat berguna saat bepergian ke negara-negara di mana Islam bukanlah agama mayoritas penduduknya. Jalan-jalan lancar sekaligus ibadah tetap ditunaikan, asyik banget, kan! 🙂

Traveling akhir-akhir ini bisa dikatakan menjadi kegiatan yang sedang ngetren. Dan melakukan perjalanan sebetulnya nggak perlu ribet, kok, tetap harus dibawa santai sekaligus cermat. Ya, namanya juga kita berada di tanah yang asing dari rumah kita, pasti ada hal-hal yang memerlukan penyesuaian. Tips lebih lengkap dari CK bisa kalian baca sendiri di bukunya yaa, komplet banget! Happy traveling!

via Gramedia Pustaka Utama
via Gramedia Pustaka Utama

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *