6 Pelajaran Positif dari Buku Brand Gardener

“Bahwa siapapun kita, apakah CEO, ahli personal branding, aktivis sosial, Brand Manager, seniman, wartawan, chef, atau siapa saja, idealnya menjadi seorang Brand Gardener, yang bertugas menyuburkan brand di lingkungannya.” – Handoko Hendroyono

Kamu punya passion di dunia bisnis, periklanan, komunikasi, atau pemasaran? Congratulations, ini buku yang tepat buat kamu! Tetapi,  bagaimana kalau passion atau dunia kerjamu saat ini bukanlah di empat bidang itu? Jangan khawatir, buku ini tidak hanya dibuat untuk orang-orang dengan passion di empat bidang tersebut. Buku ini akan membawamu pergi dari dunia yang konservatif menuju ke dunia kreatif! Kamu juga bisa mempelajari bagaimana sebuah brand berinteraksi dengan kita sejak bangun tidur hingga kita tidur lagi.

 

via http://news.indonesiakreatif.net/
Handoko Hendryono. via http://news.indonesiakreatif.net/

Ialah Handoko Hendroyono. Sebutannya ialah creative storyteller dan tentu saja, brand gardener. Di buku yang cukup tebal ini, Handoko mengajakmu mengubah mindset dalam memperlakukan sebuah brand. Di era ini, kamu harus mengubah pandangan dan cara berkomunikasimu untuk mengikuti perubahan perilaku masyarakat yang sangat cepat. Informasi dengan derasnya kita dapatkan setiap hari. Masyarakat pun menjadi menerima banyak sekali informasi. Mereka tidak akan mudah percaya terhadap iklan-iklan yang bermunculan di televisi.

Ada banyak contoh brand sukses yang Handoko sebutkan di buku ini, yang tentunya dapat langsung kamu follow akun twitternya. Di buku ini pula, kamu seperti diajak berkunjung ke sebuah taman kecil untuk berkebun brand. Bicara tentang brand, juga berarti bicara tentang attitude kita dalam kehidupan, kan? Nah, kali ini Lendabook merangkum 6 hal yang bisa kamu pelajari dari buku ini, untuk brand dan kehidupanmu yang lebih positif 🙂 Check these out!

 

1. Lakukan Hal-Hal Baik dan Bagikan!

D-Custom-Blog-Commenting-Social-Sharing
via ecomeye.com

Dengan sharing, tentunya pada hal-hal yang baik, maka virus kebaikan akan menyebar. Spirit sharing menjadi penting untuk membangun brand karena pada hakikatnya:

sharing is the new currency.

Sebarkan makna dan bermanfaat bagi orang kebanyakan dan tak usah heran kalau menebar manfaat bagi kita sendiri!

 

2. Tinggalkan Zona Nyaman!

via realmofhearts.blogspot.com
via realmofhearts.blogspot.com

Edgy, atau gambaran kasarnya ialah, kita tidak bisa menjadi terdepan, tanpa berdiri paling ujung. Kalau kita bermain aman-aman saja, kita terjebak menjadi mediocre atau dalam istilah iklan menjadi formulaic. Buatlah iklan yang membuat kamu penasaran. By trying to eliminate the risk of failure, we can eliminate the chance of success. Menjadi terdepan adalah sebuah kebutuhan. Dalam dunia advertising, kalau kita ingin menjadi  advertiser yang sukses, iklan-iklan yang formulaic dengan mudah dilupakan orang, kecuali digelontorkan uang ratusan miliar rupiah. Ekspresikan iklan-iklan yang edgy karena tantangan yang kita hadapi menuntut untuk melakukan breakthrough.

Pekerjaan kreatif adalah pekerjaan mengambil resiko. Tak berani mengambil resiko, artinya kita terjebak sesuatu yang mediocre. Sementara mengambil resiko tentu sangatlah mendebarkan. Namun, saya harus bilang resiko kalkulatiflah yang terbaik. – Handoko Hendroyono
 Ingat, no pain, no gain. No risk, no gain!

3. Lakukan Hal Positif dan Berdampak Besar

Hal kecil bisa jadi memiliki dampak besar, lho. via isaseminega.com
Hal kecil bisa jadi memiliki dampak besar, lho. via isaseminega.com

Yoris Sebastian, penulis buku Creative Junkies, juga turut mengisi cerita di buku ini. Inilah kutipan Yoris yang inspiratif:

Jadi apapun mediumnya, sebenarnya yang terpenting adalah bagaimana membuat sesuatu yang berdampak positif untuk banyak pihak dan bahkan untuk ekosistemnya. Sehingga apa yang kita buat tidak sekedar out of the box namun juga dieksekusi secara inside the box.

Tercerahkan?

4. Sukses itu… Bermanfaat bagi Orang Lain

akademi_berbagi2
Ainun Chomsun, Founder dan Volunteer Akademi Berbagi. via www.fimela.com

Lalu, ada kutipan dari cerita Ainun Chomsun, founder @akademiberbagi, di halaman 195. Patut kita renungkan bersama, nih:

Setiap manusia diberi waktu yang sama, 24 jam. Yang membedakan adalah bagaimana memanfaatkannya. Bos saya yang dulu pernah memberikan arti kata sukses yang sebenarnya. Kata beliau, sukses itu adalah ketika kehadiranmu memberikan manfaat bagi orang lain. Kami tidak punya harta yang berlimpah, tetapi kami mempunyai semangat untuk menjadi sukses. Yang kami lakukan juga bukan hal yang muluk, tetapi sesuatu yang memang bisa kami kerjakan sesuai dengan kapasitasnya. Dan kami merasa menjadi manusia yang berarti dengan memberikan manfaat bagi sesama di Akademi Berbagi.

Love you, Bu Ainun!

 

5. Tebarkan Kebahagiaan dan Inspirasi ke Siapapun!

Tebarkan aura positif kepada siapapun. via heymissawesome.tumblr.com
Tebarkan aura positif kepada siapapun. via heymissawesome.tumblr.com

Handoko kerap kali mendorong siapa pun, baik pemilik brand maupun personal, untuk tweet secara rutin dan memberikan sesuatu atau sharing secara inspiratif. Hal sepele dan mendasar membangun engagement. Banyak orang menggunakan Twitter atau Facebook untuk komplain dan maki-maki sana-sini. Kita harus bisa menghindari attitude ini. Bukankah kalau kita melempar energi negatif, yang akan kembali ke kita juga energi negatif? Lebih baik kita melemparkan kebahagiaan dan inspirasi ke siapapun yang mungkin akan mendengar sharing kita. Hal ini tentu sangat berguna untuk diri sendiri dan siapa tahu (bisa) berguna bagi orang lain.

 

6. Jadilah Brand Gardener!

handoko-ilustrasi
Jadilah brand gardener seperti Handoko. via brandgardener.net

Bermimpi menjadi brand gardener sepertinya menjawab kejenuhan advertising yang sangat boring dan formulaic. Seseorang yang setiap hari bekerja dengan riang di kebun mungilnya bisa dibilang sebagai hobi dan pekerjaan. Dengan kata lain, ada unsur seni dan komersialnya. Dengan apik ia melakukan pekerjaannya secara tulus karena yang dikerjakan jujur tanpa agenda-agenda yang tersembunyi. Karena yang ditanam dan dipelihara adalah brand, tentu saja hasilnya adalah brand yang segar dan ranum untuk dinikmati siapa saja yang merasa memilikinya. Semangat untuk menjadi brand gardener membuat Handoko bermimpi membawa pulang panenan buah yang mengkal, besar, dan siap dinikmati. Atau memetik bunga-bunga indah berwarna-warni yang siap untuk dirangkai kemudian ditata di sebuah meja yang indah. Karena panenan dan petikan itu adalah sebuah brand yang unggul.

 

Itulah sedikit pelajaran hidup yang penting, yang Lendabook dapatkan dari buku Brand Gardener. Ingin membaca bukunya? Belum punya atau belum beli? Klik di sini. Mungkin kamu bisa meminjamnya di sana. Selamat mempersiapkan diri menjadi seorang brand gardener!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *