Sumpah Pemuda: Ini Dia Penulis Muda Indonesia yang Bukunya Mendunia

Memperingati Sumpah Pemuda di tanggal 28 Oktober 2014, kali ini redaksi Lendabook ingin mengajak kalian untuk lebih mengenal penulis-penulis muda Indonesia yang menginspirasi—yang prestasinya bahkan diakui di mata dunia buku internasional. Jangan salah, karya-karya penulis Indonesia sudah banyak, lho, yang melanglangbuana ke mancanegara. Banyak yang sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris, dan diterbitkan di banyak negara. Selain itu, penulis-penulis Indonesia sendiri juga nggak sekadar jago kandang, nama mereka pun sering terdengar gaungnya di event-event buku level internasional. Berikut adalah tiga nama .

Andrea Hirata

Andrea Hirata
source: Wikipedia

Penulis asal tanah Belitung ini pasti sudah sering kamu dengar namanya. Dia adalah penulis novel tetralogi Laskar Pelangi: Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov. Novel-novel tersebut menjadi best seller di Indonesia dan bahkan dua di antaranya telah difilmkan.

Lalu, tak hanya jago kandang, novel Laskar Pelangi juga dapat ditemukan di tak kurang dari 79 negara di dunia! Pada awalnya, novel yang dalam terjemahan bahasa Inggris diberi judul The Rainbow Troops ini diterbitkan di Australia dan Selandia Baru oleh Random House, penerbit kelas dunia. Kemudian menyusul India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, dan Nepal melalui penerbit besar bernama Penguin.

Sampai saat ini, total ada 20 penerbit dari berbagai negara yang sudah menerbitkan The Rainbow Troops dan didistribusikan di 79 negara. Karena prestasinya, Andrea Hirata juga diundang sebagai pembicara tamu di beberapa event literasi internasional, salah satunya Byron Bay Writers Festival 2012 di Australia.

Ahmad Fuadi

Source: Thejakartapost.com
Source: Thejakartapost.com

Novel karya Ahmad Fuadi, yaitu Negeri 5 Menara telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul The Land of Five Towers. Novel yang juga telah diangkat ke layar lebar ini dijual ke seluruh dunia melalui Amazon.com dan versi digitalnya di iTunes.

Menyusul novel kelanjutannya yang bertajuk Ranah 3 Warna juga telah diterjemahkan ke bahasa Inggris, dan soft launch-nya bertepatan dengan momen Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) pada bulan Oktober 2013. Sebagai penulis, Ahmad Fuadi sering menjadi pembicara di event internasional; seperti Frankfurt Book Fair 2012, Singapore Writers Festival 2012, Byron Bay Writer Festival di Australia 2013, serta Ubud Writer and Reader Festival 2013. Di akhir tahun 2012, Ahmad Fuadi juga terpilih sebagai “Resident Writer dalam sebuah program prestisius Bellagio Center di pinggir Danau Como di utara Italia. Program ini diikuti oleh seniman dan akademisi terpilih dari seluruh dunia.

Dewi Lestari

Source: Dokumentasi Reza Gunawan
Source: Dokumentasi Reza Gunawan

Atau lebih dikenal juga dengan nama Dee, mengawali debutnya lewat novel Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh di tahun 2001. Supernova kemudian berlanjut dengan seri-seri selanjutnya berturut-turut berjudul: Akar, Petir, Partikel, dan yang baru saja terbit Gelombang.

Selain novel berseri Supernova, Dee juga menulis novel Perahu Kertas, juga beberapa kumpulan cerpen yaitu Rectoverso, Madre, dan Filosofi Kopi. Karya-karyanya selalu mendapat tempat spesial di hati para pembaca Indonesia, dan beberapa judul juga telah difilmkan. Tahun ini, Dee didapuk menjadi perwakilan Indonesia dalam seremonial peralihan guest of honor country di Frankfurt Book Fair 2014.

Tahun depan—2015—Indonesia dipercaya sebagai “Guest of Honor Country” dalam pekan buku internasional terbesar sedunia tersebut, dan tugas Dee adalah menerima simbolis peralihan dari Finlandia, negara tamu kehormatan di tahun ini. Selain itu, film Rectoverso yang diangkat dari salah satu bukunya juga ditayangkan di salah satu sesi Frankfurt Book Fair 2014.

Sebenarnya, masih banyak lagi nama-nama penulis muda Indonesia yang berhasil membawa harum nama negara ini di level internasional lewat karya-karya mereka. Melalui momen Sumpah Pemuda, kita sebagai anak-anak muda bisa nih meneladani prestasi mereka, dan juga semakin mengapresiasi karya anak bangsa. Karena terbukti, buku-buku Indonesia nggak kalah bagus sama buku-buku luar, lho. Yuk perbanyak baca buku Indonesia! 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *