5 Pesan Kece Buat Kamu Para Calon Ayah dari Buku Sabtu Bersama Bapak

Buat para cowok: udah gak zaman deh galau-galauin masa depan, mending dari sekarang kamu siapin amunisi buat ngejawab kegalauan kamu. Buku Sabtu Bersama Bapak penuh dengan pesan untuk orang seperti kamu.

Buat kamu calon ayah, atau kamu yang sedang menjalin hubungan dengan calon ayah dari anak-anakmu (ciee), wajib baca pesan-pesan ini!

1. Plan Ahead!

plan ahead

Planning is everything. Ini suatu hal yang penting kamu pelajari dari sekarang dan jangan terlambat. Di saat kamu sudah lulus kuliah, kerja, punya penghasilan sendiri, dengan gagahnya kamu ngelamar tambatan hati dan ternyata kamu melupakan satu hal, selama ini kamu gak mengatur keuangan dengan baik. Kenapa hal ini penting? Karena saat kamu mengatakan siap lahir batin, berarti kamu harus siap melindungi dengan wujud kesiapan punya atap yang melindungi dari panas dan hujan, siap menafkahi dengan punya penghasilan yang mencukupkan istri dengan wajar. Semua rencana perlu pakai angka, tetapi bukan berarti seseorang harus kaya dulu sebelum menikah, tetapi harus punya rencana dan persiapan. Satu yang perlu diingat, suami yang baik tidak akan tega mengajak istrinya melarat. Hehe.

 

2. Prestasi Yes! Attitude yes!

Prestasi Yes! Attitude yes!

Saat memasuki dunia kerja, kamu akan dihadapi dengan berbagai persyaratan yang mengharuskan kamu untuk berkriteria seperti ini lah, seperti itu lah. Banyak orang yang mengatakan prestasi akademis gak penting, yang penting itu attitude. Itu gak sepenuh nya benar, karena attitude yang baik gak akan kelihatan kalau berkas lamaran kerja kamu udah dibuang duluan karena prestasi akademis kamu buruk. Prestasi akademis yang baik bukan segalanya, tapi jadi hal yang membukakan banyak pintu untuk memperlihatkan kualitas kamu. Dan yang harus diingat, kembangkan bakat kamu apapun itu, luangkan waktu untuk hal tersebut, tapi jangan pernah lupa sama tiketnya.

 

3. Harga diri

harga diri

Harga diri tidak tergambar dari barang yang dipakai, tidak tergambar dari barang yang dimiliki. Nilai harga diri kamu datang dari akhlak, seperti sikap jujur kamu, sikap berani membela yang benar dan sikap kamu menjadi berguna untuk dirimu sendiri. Harga diri datang dari dalam hati kamu dan berdampak keorang lain bukan datang dari orang luar dan berdampak ke dalam hati.

 

4. Wujud sebuah kemenangan

i am sory

Sebagai seorang laki-laki yang bertanggung jawab, kamu harus siap untuk mengajarkan anak-anak kamu bahwa meminta maaf ketika salah adalah wujud dari banyak hal. Wujud dari sadar bahwa seseorang cukup mawas diri bahwa dia salah. Wujud dari kemenangan dia melawan arogansi. Wujud dari penghargaan dia kepada orang yang dimintakan maaf karena meminta maaf tidak membuat seseorang terlihat bodoh. Bener, kan?

 

5. Menjalankan peran

menjalankan peran

Saat kamu dilahirkan, kamu gak akan bisa memilih untuk menjadi sulung, bungsu ataupun diantaranya. Begitu juga yang akan terjadi pada anak-anakmu. Saat si sulung lahir, kamu gak boleh menuntut dia menjadi dewasa, menjadi orangtua ketiga, menjadi pintar ataupun lebih baik dari adik-adiknya hanya karena dia sulung. Karena si sulung tidak pernah minta untuk dilahirkan sebagai sulung. Hal ini dapat membuat si sulung akan benci terhadap takdirnya, dan si bungsu akan tidak belajar bertanggung jawab dengan cara yang sama. Kalau kamu ingin mengajarkan sulung bagaimana melaksanakan peran, kamu harus memotivasi dia dengan memperlihatkan contoh kamu sebagai orangtua yang berprestasi dan menanamkan sisi hero pada dirinya dengan menunjukkan banyak yang membutuhkannya. Dengan begitu, si sulung akan menjalankan perannya dengan sukarela tanpa merasa dituntut banyak hal.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *