Mau Jadi Penulis Kreatif? Ini Dia 5 Tips dari Raditya Dika

Raditya Dika adalah salah satu nama terbesar di penulisan dan industri kreatif di Indonesia. Indikator yang paling jelas dengan melihatnya di sosial media; pemilik follower twitter terbesar dan subscriber Youtube terbanyak di Indonesia. Memulai karirnya sebagai blogger, penulis yang dikenal kocak ini terus bertumbuh bersama karyanya. Dika sukses menjadi penulis buku, penulis skenario, aktor film, Stand Up Comedian, dan kini juga menjadi seorang sutradara.

Selasa kemarin (30/9), Raditya Dika memberikan tips kelas Creative Writing yang diadakan Ikatan alumni dan BEM FMIPA UI. Dimoderatori oleh kakak beradik Youtuber terkenal, Andovi dan Jovial Da Lopez, kelas ini mengajak kita untuk menggali tentang proses kreatif menulis.

Berikut 5 tips yang kami pelajari dari Raditya Dika dan duo SkinnyIndonesian24.

1. Follow Your Passion

Tulislah apa yang menjadi passion kita. Jika kita belum menemukannya, tetaplah mencari, karenapassion lah akan menjadi bara yang memantik semangat kita untuk berkarya. Passion akan membuat kita terus berkarya, apapun hambatannya.

Sejak kecil, passion Raditya Dika adalah menulis. Dia menulis diari sejak SMP, dan memiliki teman sebangku yang setiap hari bertukar diari di SMA. Cerpen pertamanya berjudul Pesawat Manisku terbit di Majalah Gadis. “Iya sih ini homo banget, tapi dari sana karir gue dimulai”, ujarnya sambil bercanda.

Kerjakan apa yang kita cintai, sehingga kita bisa hidup darinya. Dan dengan hidup dari apa yang kita cintai, kita bisa mencintai hidup kita sendiri.

2. Jadikan Kegelisahan Sebagai Sumber Inspirasi

Ketika ditanya tentang sumber inspirasi, Raditya Dika menjawab singkat: kegelisahan. Utarakan apa yang menjadi kegelisahan kita dan tuangkan dalam karya. Semua karya selalu berasal dari kegelisahan; Laskar Pelangi berasal dari kegelisahan Andrea Hirata tentang pendidikan yang dialaminya, Avatar berawal dari kegelisahan James Cameron tentang kolonisasi, dan Malam Minggu Miko berasal dari kegelisahan Raditya Dika ketika menjomblo dan bingung apa yang harus dikerjakan ketika malam minggu.

Menurut Dika, kegelisahan sendiri dapat dikategorikan ke dalam tiga lapisan;

(1) Inner self, kegelisahan di dalam diri. Hal ini mencakup karakter dan sifat di dalam diri kita sendiri. Contoh: Saya orangnya pemalu, tapi saya ingin bisa berani tampil di depan umum.

(2) Outer self,  kegelisahan di luar diri. Biasanya mencakup bentuk fisik atau tampilan luar. Contoh:Saya gelisah karena hidung saya pesek, sehingga saya selalu diejek.

(3) The World Within. Kegelisahan di lingkungan sekitar kita. Contoh: Saya bingung kenapa tiap saya ditilang polisi, saya harus bayar ratusan ribu tapi bisa juga damai dengan lima puluh ribu.

 Mulailah mencari kegelisahan dari inner self, outer self, lalu ke lingkungan sekitar kita.

3. Fight Your Moments of Doubt

Masa-masa penuh keraguan pasti ada di dalam perjalanan seorang penulis, ketika tulisan kita dicemooh, dibilang jelek, dan dikritik dengan tidak sehat.

Jovi menceritakan bahwa ketika dia membuat video pertamanya di SkinnyIndonesian24, Modus, dia mendapatkan sangat banyak cemoohan dari komentar di Youtube maupun teman-teman di kampus. Begitu pula dengan Raditya Dika, banyak yang mencibir karya dia pada awalnya. Bahkan di awal-awal karirnya, talkshow pertamanya hanya dihadiri oleh 3 orang, semuanya anak SMP. Talkshow keduanya dihadiri 4 orang. “3 orang anak SMP, 1 lagi nyokap gue, haha”.

Cara menghadapi Moments of Doubt ada dua; (1) Menurut Dovi kita tidak bisa memuaskan semua orang. Maka berhentilah mengejar kepuasan semua orang, fokus pada kreativitas kita untuk memberikan yang terbaik pada orang-orang yang benar-benar peduli pada kita. Fokus pada jujur berkarya untuk sesuatu yang kita sukai. Dan ke (2) Menurut Radit, kuncinya adalah mendasari karya kita dengan passion. Asalkan kita memang mencintai apa yang kita kerjakan, maka respon orang lain bukanlah penentu bagi kita untuk berhenti atau jalan terus. Dengan passion, kita pasti tak pernah ragu terhadap cemoohan orang dan maju terus dalam berkarya.

4. Bebaskan Diri Dari Rasa Takut

Bebaskan diri kita dari ketakutan untuk menghasilkan karya yang jelek. Pertama, karena pasti jelek.First Draft is always crap. Script Malam Minggu Miko ditulis sampe 2-3 kali sebelum diproduksi. Laskar Pelangi ditulis Salman Aristo sampe 12 kali. Kita yang belum menjadi siapa-siapa apalagi, jadi bebaskan kita dari ketakutan berkarya yang jelek. Teruslah menulis dan kita akan menjadi lebih baik dengan sendirinya.

5. Berpikiran Terbuka

Seorang penulis haruslah berpikiran terbuka. “Untuk kreatif menulis, kita harus berpikiran terbuka sehingga kita dapat melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang”, ujar Dika. Dengan memiliki sudut pandang yang luas, kita akan lebih kreatif dalam menulis dan menciptakan cerita.

Satu hal tambahan yang saya pelajari dari Raditya Dika; butuh proses menuju kesuksesan. Maka kesuksesan tidak ditentukan oleh seberapa hebat karya kita, tapi seberapa kuat kita bertahan untuk terus berkarya pada sesuatu yang kita yakini.

Ayo kreatif menulis!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *